Saturday, 7 March 2015

GIVEAWAY DIVERSE SIDES




Hai! Selamat datang di semesta aksara saya. 

Ini sudah tahun 2015? Tidak terasa, 31 Maret nanti, novel perdana saya berjudul Diverse Sides genap berusia satu tahun. Tahun lalu, novel ini saya launcing di acara Third Anniversary NBC Palembang. Novel ini sudah saya tulis sejak ahir 2013 lalu, setelah di-launcing, novel ini live di nulisbuku. Namun, sepanjang tahun 2014 naskahnya sengaja saya draft kembali. Kenapa? Karena toga!


Sepanjang 2014 saya berfokus pada pendidikan. Menyelesaikan Laporan Akhir yang harus selesai di pertengahan tahun, walaupun sebenarnya saya tidak berhenti menulis. Bahkan saya berani ikut serta dalam lomba menulis yang deadline-nya nyaris sama dengan deadline pengumpulan Laporan Akhir dan sidang.

Setelah berhasil menuntaskan pendidikan dan masuk dalam dunia kerja, saya pun mulai membuka lagi naskah Diverse Sides untuk direvisi ulang supaya bisa live lagi di nulisbuku. Sebelum saya sebutkan syarat Giveaway kali ini, mari simak sekilas tentang novel Diverse Sides!


Tidak ada yang bisa mencegah dua orang sahabat yang selalu menghabiskan waktu bersama untuk menjadi sepasang kekasih, seperti merpati putih, suci.

Menyakitkan, ketika dua hati yang masih terpaut kuat tanpa jarak harus terpisah oleh keegoisan yang tak kunjung reda. Bukankah cinta itu berkaitan dengan kata saling? Saling mengerti, saling memahami, saling mendukung, dan saling menjaga? Lantas kenapa harus berpisah?

Tak ada yang bisa dengan jelas menggambarkan rasa kehilangan, kecuali tusukan pedang yang menghunjam jantung hingga berdarah. Sakit, pedih, sesuatu yang hilang tidak akan kembali lagi.






Judul               : DIVERSE SIDES
Penulis            : YantiHandia
Penerbit          : nulisbuku
Kategori          : Young Adult
Tebal              : 208 halaman
Terbit             : 31 Maret 2014

Nah, untuk memperingati hari kelahiran novel Diverse Sides, saya ingin mengadakan sebuah Giveaway. Berikut adalah syarat-syarat untuk mengikuti Giveaway berhadiah satu novel Diverse Sides karya saya:
  1. Peserta adalah follower dari @yantihandia
  2. Tulis sebuah karya fiksi dengan jumlah kata maksimal 500 kata
  3. Tema tulisan adalah tentang “Perjuangan dan Pengorbanan”
  4. Post tulisan di blog milik pribadi masing-masing
  5. Share link tulisan kalian ke Twitter dengan format: #GADS – [Link Tulisan] – @yantihandia
  6. Batas waktu pengiriman naskah adalah tanggal 22 Maret 2015 pukul 23.59 WIB
  7. Pengumuman pemenang akan diumukan pada tanggal 31 Maret 2015, tepat di hari kelahiran Diverse Sides
  8. Hanya akan dipilih satu pemenang yang tulisannya sesuai dengan tema yang ditentukan
  9. Hadiahnya adalah satu eksemplar novel Diverse Sides untuk satu orang pemenang saja
  10. Kalian hanya boleh mengirim satu karya terbaik
Selamat berkarya!



 


 

Friday, 6 March 2015

PERIHAL NAMA



“Apalah arti sebuah nama?”

Kalimat tanya yang diungkap oleh pujangga ternama, William Shakespeare, sudah pasti tidak asing lagi di telinga. Ketika banyak orang meributkan perihal satu nama yang disemat seseorang, bisa jadi karena namanya aneh atau jelek kedengarannya, atau bahkan tidak sesuai dengan wajah si pemilik nama.

Aku yakin semua orang punya nama, termasuk mereka yang hilang ingatan atau gila. Kita pasti berharap memilik nama yang indah didengar dan berbeda dari yang lain. Tapi sayangnya, ketika dilahirkan kita belum ada jatah memberi opsi untuk nama yang akan kita sandang, termasuk aku. Yanti Handia, adalah nama yang kusandang selama 22 tahun ini. Tidak ada arti yang spesial. 

Handia? Nama belakang yang kini kusemat selalu saja membuat kepala siapa saja yang mendengarnya langsung teringat pada Samudera Hindia. Sejak masuk ke bangku sekolah, ketika guru mengabsen, menyebutkan namaku, selalu saja ada bisik-bisik dari mulut teman-temanku yang menyebut namaku dengan panggilan Hindia, Hadiah, dan parahnya lagi Handayani. Huh.

Entahlah, aku merasa tidak suka saja dipanggil begitu. 

Lantas, aku menanyakan pada ibuku, siapa yang menyematkan nama belakang yang aneh itu padaku. Katanya yang memberinya adalah kakak perempuanku. Ketika kutanyakan padanya, dia hanya menjawab: “Waktu itu aku lihat gambar perempuan yang tercetak di jam dinding rumah kita, namanya Yanti. Ya udah aku kasih aja. Kalo Handia itu sama kayak nama teman Ibu,” begitu katanya.

Rada aneh memang, dalam keluargaku yang memberi nama bukan orang tuaku, tapi kakak perempuanku. Begitu pun selanjutnya, aku memberi nama untuk adikku dan selanjutnya.

Aku tidak terima namaku disamakan dengan nama teman Ibu. Nama yang aneh. Sampai akhirnya sudut pandangku pada nama belakang itu mulai berubah, guru Bahasa Inggris favoritku waktu SMP memanggilku dengan panggilan “Handia”. Entah mengapa, ada getar-getar bahagia dalam dada saat mendengarnya memanggil dengan panggilan yang berbeda dari orang-orang di sekitarku. Ternyata hal itu berlanjut, sampai di bangku kuliah, Dosen favoritku juga memanggilku dengan panggilan Handia. Ah, senangnya. Lagipula, selama ini baru aku dan teman ibuku itu yang kutahu yang punya nama itu.

Oleh karena itulah, sekarang aku malah bangga memakai nama itu, termasuk dalam dunia tulis menulis. Aku merasa senang kalau orang mengenal karyaku karena nama belakangku itu. Aku jadi penasaran, siapa lagi yang menyandang nama Handia dalam namanya, selain aku dan teman ibuku.

Jika ada nama yang sama, boleh menghubungiku via sosmed. Siapa tahu kita bisa berbagi cerita perihal nama :)